No comments yet

RENUNGAN HARIAN SENIN 02 JULI 2018

Lukas 6:32-33 (TB)  Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.

Berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik pada kita tidaklah sulit sama sekali, dunia mengenalnya dengan istilah ‘timbal-balik’. Bahkan, secara tidak sadar kita telah secara otomatis melakukannya. Namun, apabila kita harus mengasihi seseorang yang telah menyakiti kita, apakah kita mampu? Belum tentu. Sangatlah sulit berada di posisi yang diremehkan, disakiti, dikhianati, diejek dan banyak hal buruk lain yang jika dibuat daftar, maka tidak akan pernah habis.
Saat kita disakiti oleh orang lain, dorongan untuk membalas atau membenci pasti akan muncul sangat kuat, bahkan tidak jarang yang mengikat kita untuk melakukan pembalasan yang serupa, kalau dapat bahkan kita akan melakukan pembalasan yang lebih dari yang telah mereka lakukan. Kita sebagai anak Tuhan memang tidak sempurna, namun setidaknya kita jangan menjadikan ketidaksempurnaan tersebut sebagai alasan dan pembenaran kita untuk berbuat dosa serta membalas perbuatan mereka.

Kebencian yang dibiarkan terpendam terus-menerus akan berkembang menjadi kepahitan yang menyiksa diri kita sendiri. Hati tidak akan merasa tenang apabila orang yang telah menyakiti kita belum mendapat balasan yang setimpal. Rasa gusar, serta gelisah dan memikirkan upaya balas dendam pasti akan memenuhi hati dan perasaan kita.

Berhentilah sebelum terlambat!!!

Jangan mendahului apa yang menjadi hak Tuhan dengan membalas dendam.

Walaupun berat, bahkan harus berjuang dengan susah payah, berusahalah untuk memberikan pengampunan. Ingatlah kebaikan mereka yang sudah menyakiti kita. Dengan memberikan pengampunan, kita memberikan kelepasan pada hati kita yang sedang sakit untuk menjadi sembuh. Seberapapun parahnya orang lain menyakiti kita tetaplah miliki keinginan untuk berbuat baik pada mereka, untuk mengasihi, untuk tetap berbagi. Paksa hati kita yang sakit untuk mau melihat seseorang tersebut dari sisi positif. Jangan juga mengungkit-ungkit kesalahan yang lalu karena itu akan membuat kita lebih merasakan sakit dan bertambah marah atau benci.

Tuhan sendiri yang akan mengobati dan menyembuhkan luka hati kita. Hanya Tuhan juga yang berhak menghakimi dan melakukan pembalasan atas apa yang telah orang lain perbuat kepada kita. Kita hanya perlu menyerahkan hati kita yang sakit pada Tuhan, mengadu pada Tuhan, bukan manusia. Hanya Tuhan sajalah yang sanggup mengobati hati yang telah terluka. Tuhan yang akan memberikan penghiburan. Kita hanya perlu berserah dan mendoakan orang yang telah menyakiti hati kita tersebut, menyerahkan kepercayaan secara penuh kepada Tuhan untuk bekerja dan menyembuhkan luka yang ada.

Post a comment