No comments yet

RENUNGAN HARIAN SABTU 14 JULI 2018

“PERKATAAN YANG MEMBERKATI”

“Perkataan yang baik dan menyenangkan tidak akan membuat bibit perpecahan, namun menjadi obat yang menyegarkan bagi yang mendengarkan”.

Kamu ini nggak pinter-pinter masak ya, gak ada rasanya nih makanan!‘ atau ‘Sayang, kayaknya kalo ditambah garam sedikit rasanya bakal lebih enak deh’. Jika kita diminta memilih dari kedua kalimat itu, manakah kalimat yang kita pilih untuk lebih nyaman didengar? Saya yakin pilihan jatuh pada kalimat kedua daripada memilih kalimat yang pertama.

Bukankah inti dari kedua kalimat itu sama? Bahwa rasa yang ada dalam masakan itu kurang, sehingga terasa sedikit hambar. Kita memilih perkataan nomor dua, sebab perkataan itu tidak menghakimi dan memberikan saran akan masakan yang ada. Sedangkan kalimat pertama, siapapun yang mendengarkannya pasti langsung membuat panas telinga yang ada.

“Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang” ( Amsal 16:24 )

Firman Tuhan yang diambil dari kitab Amsal menuliskan kurang lebih hal yang sama. Dalam sebuah hal, kita dihadapkan pada pilihan berkata-kata jelas, tajam serta menusuk dan membuat sakit hati yang mendengarkannya, ataukah kita memilih perkataan yang baik, membangun dan memberi saran tanpa melukai. Amsal ingin menuliskan, bahwasanya dengan kita berkata-kata yang baik, kata-kata itu dapat menjadi obat bagi pendengarnya.

Kekasih Tuhan, tidak mudah memang kita harus menjaga setiap perkataan kita. Namun marilah kita mulai belajar untuk menggunakan kata-kata yang baik dalam keseharian kita. Agar orang yang kita ajak bicara tidak merasakan bibit permusuhan, namun dapat merasakan perkataan yang melegakan dan menyegarkan bagi mereka.

Post a comment