No comments yet

RENUNGAN HARIAN SABTU 07 JULI 2018

Yakobus 1:2-4 (TB)  Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 
sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

Dimana Tuhan? Kenapa Dia tidak menolong saya? Apakah Dia tidak melihat kesusahan saya?

Sering kali kita sebagai manusia yang jatuh dalam berbagai macam pencobaan mengutarakan hal ini di dalam hati ataupun mengeluarkannya langsung secara terang-terangan. Semua orang punya masalah, tidak ada yang tidak punya, semua orang diuji dan semua orang diijinkan mengalami kesakitan. Hanya saja, yang membedakan manusia satu dengan yang lain adalah cara manusia tersebut menyikapi segala cobaan yang terjadi. Apakah dengan mengeluh? Marah? Kecewa? Langsung memutuskan hubungan dengan Tuhan? Atau malah bertahan dalam pencobaan?

Hanya yang bertahan yang akan menyaksikan hasil yang sempurna. Hanya yang mampu menahan setiap kesakitan dan tidak menyerah yang akan keluar sebagai pemenang. Tuhan tidak tidur, Tuhan juga tahu betul keadaan apa, masalah apa, kesakitan apa yang menimpa kita. Tuhan diam? Tidak. Tuhan hanya menunggu waktunya untuk bekerja. Tuhan bisa saja tidak membiarkan Lazarus mati, langsung menyebuhkan penyakitnya, tapi kenyataannya Tuhan malah datang terlambat, saat Lazarus sudah mati, seolah Tuhan tidak bisa lagi menolong. Namun, justru di situlah Tuhan menyatakan keajaibannya, dengan membangkitkan Lazarus yang bahkan sudah membusuk.

Kekasih Tuhan, Jika Tuhan bisa membangkitkan mayat yang telah mati, masakan Dia tidak bisa menolong kita yang masih hidup? Bertahanlah dalam setiap pencobaan yang datang menerpa, yakinlah bahwa Tuhan turut beserta dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. (Roma 8:28 (TB)  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah).

Post a comment