No comments yet

RENUNGAN HARIAN RABU 01 AGUSTUS 2018

ORANG BENAR: Bercahaya Seperti Bintang

Baca: Daniel 12:1-13
 
“Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.” Daniel 12:3
 
Menjadi seorang bintang adalah dambaan setiap orang di dunia ini. Orang berduyun-duyun mengikuti kompetisi yang diadakan oleh stasiun televisi swasta, seperti Indonesian Idol, KDI (Kontes Dangdut Indonesia), Liga Dangdut Indonesia dan sebagainya, dengan tujuan ingin menjadi bintang terkenal. Menurut pemahaman orang kebanyakan, seorang bintang adalah orang yang hebat, memiliki prestasi luar biasa, dikagumi oleh banyak orang, sukses atau orang yang terkenal/populer. Secara umum definisi seorang bintang adalah orang terbaik di suatu bidang tertentu.
 
Kekasih Tuhan, Bagaimana arti seorang bintang di pemandangan mata Tuhan? Ayat nas menyatakan: “…orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.” Jadi, orang dapat dikatakan seperti ‘bintang’ apabila ia berhasil dalam menjalankan panggilan hidupnya sesuai yang ditentukan oleh Tuhan, yaitu bekerja dan menghasilkan buah. Karena itu rasul Paulus menasihati, “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,” (Filipi 2:14-15). Seseorang dapat dikatakan sebagai bintang di mata Tuhan adalah ketika mereka berani hidup ‘berbeda’ dari dunia.
 
Daniel, sekalipun hidup di tengah-tengah suatu bangsa yang menyembah kepada berhala, ia tidak terbawa arus. Ia tetap mampu menjaga hidupnya berkenan kepada Tuhan sehingga kehidupan Daniel pun menjadi berkat bagi banyak orang. Rasul Paulus tampil sebagai bintang di mata Tuhan karena punya komitmen: “…jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” (Filipi 1:22), dan ia pun mampu menyelesaikan panggilan hidupnya sampai garis akhir.
 
Kitab kehidupan Tuhan hanya memuat nama-nama orang yang hidupnya seperti bintang.

Post a comment