STAR MAGAZINE NOVEMBER 2018

Visi dan Pesan Gembala November 2018

Pdt.Dr.Samuel Kusuma,M.Th

“RAPTURE”

(PENGANGKATAN GEREJA)

“PENGANGKATAN ORANG PERCAYA DAN KEDATANGAN YESUS KRISTUS DI ANGKASA”

 “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. “ (I Tesalonika 4:14-17)

  1. Latar Belakang :

Kristus akan memindahkan semua orang percaya yang merupakan bagian dari Gereja (orang-orang suci Perjanjian Baru) dari dunia ini melalui peristiwa yang disebut Pengangkatan (1 Tesalonika 4:13-18; 1 Korintus 15:51ff). Pada Tahta Penghakiman Kristus, orang-orang percaya ini akan diberikan pahala untuk perbuatan baik dan pelayanan mereka. Mereka mungkin saja kehilangan pahala mereka karena tidak melayani dan tidak taat, namun tidak akan kehilangan hidup kekal (1 Korintus 3:11-15; 2 Korintus 5:10).

Kata “pengangkatan” tidak muncul di dalam Alkitab. Namun demikian, konsep mengenai Pengangkatan diajarkan dengan jelas dalam Alkitab. Pengangkatan Gereja adalah peristiwa di mana Allah memindahkan semua orang percaya dari bumi ini untuk membuka jalan bagi penghakimanNya yang adil ditumpahkan ke bumi pada masa Tribulasi. Pengangkatan terutama dilukiskan dalam 1 Tesalonika 4:13-18 dan 1 Korintus 15:50-54. 1 Tesalonika 4:13-18 menggambarkan Pengangkatan sebagai Allah membangkitkan semua orang percaya yang telah meninggal, memberi mereka tubuh kemuliaan, dan kemudian meninggalkan dunia ini bersama dengan orang-orang percaya yang masih hidup, yang juga telah diberikan tubuh kemuliaan. “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (1 Tesalonika 4:16-17).

1 Korintus 15:50-54 memusatkan pada natur Pengangkatan yang bersifat mendadak dan pada tubuh kemuliaan yang akan kita terima. “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah” (1 Korintus 15:51-52). Pengangkatan adalah suatu peristiwa yang mulia yang kita perlu rindukan. Pada akhirnya kita akan bebas dari dosa. Kita akan berada di hadapan Allah untuk selamanya. Ada terlalu banyak perdebatan mengenai makna dan cakupan dari Pengangkatan. Bukan ini maksud Tuhan. Dalam hubungannya dengan Pengangkatan, Allah ingin kita menghiibur “seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.”

Waktu Pengangkatan orang percaya dalam hubungannya dengan Tribulasi (kesengsaraan) adalah salah satu isu paling kontroversial dalam gereja saat ini. Tiga pandangan utama adalah: Pratribulasi (Pengangkatan orang percaya terjadi sebelum Tribulasi), Midtribulasi (Pengangkatan orang percaya terjadi di tengah-tengah Tribulasi), dan Pascatribulasi (Pengangkatan orang percaya terjadi pada akhir dari Tribulasi). Pandangan ke empat, yang lazimnya dikenal sebagai Pra-Murka adalah posisi Midtribulasi yang dimodifikasi sedikit.

  1. Repture (Pengangkatan Gereja dan Orang Percaya)

Rapture Bahasa asli dari kata rapture (Ing.) diambil dari kata raptu (Latin) yang artinya “diangkat ke atas” atau “diangkat terbawa.” kata Latin ini adalah padanan kata Harpazo (Yunani) yang memiliki arti: Diambil, dirampas, melarikan, membawa atau atau diangkat; seperti yang kita kenal sebagai pengangkatan.

Rapture adalah suatu proses pengangkatan yang akan dialami orang percaya dan akan dibawa ke awan-awan untuk menyongsong Tuhan Yesus (I Tes 4:17), lalu masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba sebagai mempelai wanita-Nya.
Pengangkatan yang dimaksud ialah bahwa tubuh jasmani kita ini akan diubahkan menjadi “tubuh kemuliaan” dalam waktu seketika. Sehingga kita akan memiliki tubuh kemuliaan yang sama dengan Kristus ketika Ia diangkat. “Dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.” (I Kor 15:52) Pengangkatan tidak untuk semua orang Kristen/ percaya, akan tetapi HANYA bagi mereka yang memenuhi kualifikasi standar Tuhan. Hanya mereka yang mengikut Tuhan secara sungguh-sungguh dan hidup kudus yang akan diangkat.

  1. Tuhan Yesus Berjanji akan datang kembali

Setiap peristiwa yang sudah, sedang dan yang akan terjadi di dunia ini telah dinyatakan oleh Allah melalui firman-Nya, seperti kemunculan pemimpin-pemimpin besar, kemunculan kerajaan-kerajaan, nabi-nabi, kelahiran Mesias termasuk kedatangan Tuhan yang kedua kali. Berikut ini janji Tuhan mengenai kedatangan-Nya kelak: Yoh 14:2-3 “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”
Yoh 14:28-29 “Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tuhan Yesus akan kembali lagi! Ia akan menjemput umat-Nya yang kudus.

  1. Mengapa Gereja-Nya diangkat?

Tujuan dari pengangkatan adalah untuk:

  1. Tuhan Yesus menjemput Gereja-Nya.

Yoh 14:2  “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” Kerinduan Tuhan Yesus adalah untuk sesegera mungkin bertemu dengan mempelai wanita-Nya yaitu Gereja Tuhan.

  1. Menyelamatkan GerejaNya yang kudus dari masa kesukaran aniaya besar.
    I Tes 5:1-10 “… Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, …”

Why 3:10 “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.”

Sebab sebelum kedatangan Tuhan Yesus Kristus kedua kali di dunia ini (Second Coming, II Tes 2:3) akan terjadi dahulu masa kesusahan besar (Tribulation) yang dipimpin oleh Iblis sendiri melalui Antikris, ini merupakan masa penganiayaan yang sangat mengerikan terutama bagi orang Kristen atau para pengikut Kristus, sebab Antikris beserta segala kaki tangan-nya sangat membenci para pengikut Kristus. Selain masa kesusahan besar adalah masa dimana Tuhan mencurahkan segala penghukuman terhadap orang-orang fasik di dunia ini, sebab inilah masa Tuhan membalaskan segala kejahatan yang dilakukan umat manusia sepanjang sejarah, ini adalah masa dimana Tuhan membalaskan segala aniaya yang dilakukan dunia ini terhadap anak-anak Tuhan. Tuhan beserta malaikat-Nya akan mencurahkan murka-Nya melalui dibukanya 7 materai, 7 sangkakala dan 7 cawan murka-Nya. Tidak henti-hentinya segala bencana, kesusahan, penyakit dan hukuman Tuhan akan terjadi selama 7 tahun masa kesusahan besar itu. Sehingga Firman Tuhan didalam II Pet 3:11-12 mengingatkan kita anak-anak-Nya untuk “… betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.” Tidak akan ada yang tahan menghadapi masa itu, dan tidak ada pilihan lain bagi kita untuk ikut di dalam pengangkatan Tuhan/ rapture.

  1. Menyempurnakan orang kudus

Fil 3:21 “Yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.”

  1. Orang-orang kudus menerima upah pelayanan
  2. Mempersiapkan orang-orang kudus memerintah bersama Kristus dalam kerajaan 1000 tahun.
  3. Kronologi

Kejadian rapture terjadi menurut waktu Bapa di Surga, tidak ada seorangpun yang tahu kapan. Kejadiannya begitu singkat. Berikut ini adalah kronologi kedatangan Tuhan di awan-awan:
1.  Penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi.
I Tes 4:16a “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi…”

  1. Tuhan Yesus turun dari sorga ke angkasa/ langit.
    I Tes 4:16b “… , maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga …”
  2. Orang-orang kudus yang telah mati dibangkitkan dan dikumpulkan di awan-awan.
    I Tes 4:16c  “…dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit”
  3. Orang-orang kudus yang masih hidup akan diubah dengan tubuh kemuliaan dan dikumpulkan di awan-awan.
    I Tes 4:17  “sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”
  4. Mereka yang telah berkumpul di awan-awan bersama-sama menyongsong Tuhan Yesus Kristus di angkasa/ langit.
    Mat 24:30-31 “… Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.”

III. Apa yang tejadi di angkasa/ langit Pada Waktu Repute?

Kejadian di angkasa ini adalah kejadian yang adikodrati, yaitu sesuatu yang di luar apa yang dapat difikirkan oleh manusia, kita tidak bisa menebak dimana tempat kejadiannya, segalanya bersifat roh.
1. Persekutuan
Inilah untuk pertama kalinya kita muka bertemu muka dengan Tuhan Yesus Kristus. Setiap orang yang diangkat akan bergabung bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Betapa berbahagianya Gereja Tuhan pada hari itu, sebab mereka bertemu mempelai pria-Nya yang telah lama dinanti-nantikan.

  1. Pujian dan Penyembahan
    Sebagai ungkapan syukur sebagai umat yang telah diselamatkan dan dibebaskan dari masa aniaya. Maka ada nyanyian syukur yang besar pada waktu itu (Why 4). Puji-pujian yang mengagungkan Tuhan Yesus terus menerus dinyanyikan oleh Gereja-Nya
  2. Takhta Pengadilan Kristus.

II Kor 5:10 “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.”
Salah satu yang akan terjadi terhadap kita Gerejanya-Nya pada waktu bersama-sama dengan Kristus di angkasa adalah orang percaya harus memberikan pertanggung-jawaban di hadapan “takhta pengadilan Kristus” (Bematos, Yun.), dimana Kristus akan menjadi hakimnya dan akan “mengadili” SEMUA orang percaya yang ikut dalam pengangkatan. Pengadilan ini merupakan pengadilan yang serius, karena hal itu akan meliputi kemungkinan seseorang “kehilangan”, “kerugian” atau akan mendapat malu dan adanya ujian dengan api atas pekerjaan seorang sepanjang hidupnya (I Kor 3:13-15). Akan tetapi, pengadilan orang percaya tidak akan meliputi suatu pernyataan hukuman dari Allah.

Segala sesuatu akan terungkap. Kata “menghadap” (phaneroo, Yun.) dalam I Kor 5:10  berarti: “disingkapkan secara terus terang atau di hadapan umum”. Allah akan menguji dan menyatakan secara terbuka, dalam kenyataan yang benar, apa yang tidak pernah terungkap di dunia ini Tuhan akan singkapkan semua, seperti: Tindakan kita yang tersembunyi (Mrk 4:22; Rom 2:16); Watak kita (Rom 2:5-11); Perkataan kita (Mat 12:36-37); Perbuatan baik kita (Ef 6:8); Sikap kita (Mat 5:22); Motivasi kita (I Kor 4:5); Kekurangan kasih kita (Kol 3:18-4:1); Pekerjaan dan pelayanan kita (I Kor 3:13). Perbuatan jahat orang percaya yang telah diakui dalam pertobatan, akan diampuni dalam kaitan dengan hukuman kekal (Rom 8:1), tetapi perbuatan itu masih diperhitungkan apabila dihakimi untuk menerima ganjaran, pahala atau hadiah. “Barangsiapa berbuat kesalahan, dia akan menanggung kesalahannya itu” (Kol 3:25). Akan tetapi segala perbuatan baik dan kasih orang percaya pun akan diingat oleh Allah dan akan diberi pahala (Ibr 6:10), “setiap orang … kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan” (Ef 6:8).

Pengadilan pun melingkupi pekerjaan/ pelayanan seseorang yang tidak sempurna (excellent). II Kor 5: 10 “…sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.” Kata “jahat” pada ayat tersebut tidak mungkin mengandung arti sesungguhnya, sebab jika orang tersebut benar-benar jahat pastilah ia tidak akan ikut dalam pengangkatan. Tetapi kata jahat tersebut adalah kakos (Yun.) yang juga berarti “buruk” atau “salah”. Jadi Pengadilan Kristus juga melingkupi mengadili bagi setiap orang yang melakukan pekerjaan/ pelayanan-nya dengan buruk atau salah (tidak excellent). Orang seperti ini akan mendapat malu dan kehilangan pahala akan segala pengorbanan dan pekerjaan karena mereka mengerjakan pekerjaannya secara asal-asalan dan tidak sempurna.
Jadi, jika saat ini Saudara sedang melayani pekerjaan Tuhan atau bekerja di dunia sekuler atau apapun panggilan Saudara, lakukanlah itu dengan sempurna, kerjakan sebaik mungkin apa yang Tuhan sudah percayakan kepada kita, jangan asal-asalan. Sehingga pada waktu di angkasa kelak kita akan menerpa segala pahala dan mahkota kita secara penuh, tanpa harus mengalami kerugian dan malu.
I Kor 3:13-15 “Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.”

  1. Perjamuan Kawin Anak Domba.
    Why 19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”
  2. Apa yang terjadi dibumi…? Great Tribulation

Sementara pesta pernikahan Anak Domba sedang berlangsung bagi mereka yang terangkat namun bagi mereka yang tertinggal akan masuk ke dalam masa tribulasi/ aniaya dan mengalami siksa, kemungkinan besar mereka yang tetap setia mengikut Yesus akan mati syahid atau menjadi martir ketika mereka mempertahankan iman percaya kepada Yesus dan ketika menolak menerima tanda 666.  Tribulation adalah bahasa Inggris untuk kata yang berasal dari bahasa Yunani “thlipsis” yang berarti menekan, menghimpit atau memeras (anggur) yang digunakan untuk arti kiasan dari : Penderitaan (II Kor 1:6), kesusahan (Suffer tribulation, I Tes 3:4), penindasan (II Tes 1:6), penganiayaan (Kis 8:1), keadaan yang sulit/ sesak (II Kor 2:4), bala bencana dan kedukaan. Tapi yang terjadi adalah lebih dari itu semua, yaitu GREAT TRIBULATION (Why 7:14) yaitu kesusahan yang besar. Bukan kesusahan atau penganiayaan yang biasa seperti yang pernah terjadi, akan tetapi kesusahan dan masa penganiayaan yang hebat yang belum pernah dan tidak akan terjadi lagi di dunia ini. Dalam Injil, masa aniaya atau tribulasi disebut juga dengan beberapa istilah berikut ini:

  • Hari Tuhan (Yes 2:12;13:6,9; Yoel 1:15;2:1, 11,31; Obj 1:15; Zef 1:7,14; Mal 4:5; Kis 2:20; 1Tes 5:2; 2Tes 2:2)
  • Satu kali tujuh masa (Dan 9:27)
  • Hari besar murka (Wah 6:17)
  • Saat penghakimanNya (Wah 14:7)
  • Masa siksaan (Mat 24:21,29)
  • Akhir zaman (Mat 13:40)
  • Waktu kesusahan bagi Yakub (Yer 30:7)
  • Waktu kesusahan yang besar (Dan 12:1)
  1. Keadaan ini sangat berbeda dengan keadaan di langit dimana orang-orang kudus dan Tuhan Yesus berada tentunya.

Di situ kita umatnya bersuka-cita dalam Perjamuan Kawin Anak Domba. Akan tetapi di dunia, semua orang akan mengalami penganiayaan besar dibawah kepemimpinan Antikris. “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi” (Mrk 13:19). Sangat mengerikan membaca nubuatan Alkitab tetang akhir zaman melalui ayat tersebut bukan? Tapi itulah yang akan terjadi.

  • Kapankah Rapture Itu?

Rasul Paulus menulis kepada jemaat Tesalonika, bahwa akan terjadi murtad dulu, dan manusia durhaka itu akan dinyatakan (II Tes. 2:3).3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (II Tes. 2:3 ITB)

Di dalam Injil Matius pasal 24 dikatakan akan ada banyak penyesatan. Tanpa penyesatan tentu tidak ada yang menjadi murtad. Menarik sekali ternyata bukan hanya manusia yang belum percaya akan menjadi semakin sulit percaya, tetapi ἀποστασία (apostasy) atau kemurtadan.

Abad 21 yang baru kita masuki 15 tahun ini dapat disebut abad kemurtadan. Penyesatan dapat dilihat mencapai puncaknya, dimana hampir tidak bisa ditemukan lagi gereja yang benar-benar sesuai dengan Alkitab. Hampir tidak ada denominasi gereja yang tidak terjangkit penyakit Kharismatik yang pada dasarnya adalah penyangkalan Alkitab sebagai satu-satunya firman Tuhan. Mereka tidak menyadari bahwa dengan mencemplungkan diri ke dalam berbagai bentuk pewahyuan liar, bukan hanya menyangkali bahwa Alkitab adalah wahyu final dan satusatunya, mereka bahkan menyerahkan diri kepada iblis.

Mereka tidak mengerti konsep kanon terbuka dan kanon tertutup. Gerakan Kharismatik telah mematikan akal sehat dan tradisi menelaah Alkitab dengan akal-sehat. Mereka berhasil mengindoktrinasi jemaat mereka bahwa jangan mendekati Alkitab dengan akal sehat. Mereka mengajar jemaat mereka bahwa jangan memakai logika untuk memahami isi Alkitab. Dave Hunt dalam bukunya Occult Invasion menggambarkan bahwa iblis telah berhasil menginvasi dunia ini termasuk kekristenan dengan segala bentuk manifestasinya.

Lebih hebat lagi ialah bahwa gerakan Ekumene telah hampir mencapai hasil akhirnya yaitu menghantar semua gereja masuk kembali ke dalam Roma Katolik. Pemimpin gereja-gereja Liberal sudah lama menggiring gereja-gereja mereka menuju Roma, dan belakangan gereja-gereja Injili, Kharismatik, bahkan Baptis telah mengambil langkah menyusul.

Sebagaimana kata Rasul Paulus, harus datang dahulu murtad, kelihatannya sudah datang. Kemudian katanya, haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka. Martin Luther pada zamannya paling tegas menunjuk Paus sebagai anti-Kristus. Dave Hunt menulis satu buku yang berjudul A Woman Rides the Beast sudah terang-terangan menyatakan bahwa Paus adalah penunggang binatang yang dimaksud Wahyu pasal 17. Michael de Semlyen dalam bukunya All Roads Lead to Rome sudah memperingatkan bahwa gerakan ekumene itu ujungnya adalah menuju ke Roma.

Mengapakah di sebut manusia durhaka? Selain bertindak sebagai pelacur rohani menggandeng semua iman dan bentuk penyembahan ke atas ranjangnya, ia berkata bahwa jabatannya adalah sebagai pengganti Kristus di bumi. Jika pembaca tidak pernah menunjuk seseorang sebagai wakil anda, namun muncul seseorang yang berlagak mengaku sebagai pengganti anda dan membuat banyak orang percaya bahwa dirinya adalah pengganti anda, apakah orang itu tidak durhaka terhadap anda?

Kita memasuki abad kesesatan, dan manusia durhaka yang sudah nyata dan menyolok mata. Ketika edisi Pedang Roh ini ditulis, Paus Fransiscus sedang mengunjungi USA, dan pertama kali sejak USA berdiri seorang Paus berpidato di Kongresnya. Tentu bukan hanya di Kongres Amerika, dia juga berpidato di Sidang Umum PBB.

Syarat untuk menantikan hari pengangkatan (Rapture) menurut Rasul Paus telah terpenuhi, yaitu terjadi kemurtadan dan manusia durhaka dinyatakan, kita tinggal menunggu sangkakala berbunyi dan tubuh kita diubah sekejap mata, dan kita naik ke angkasa menyongsong Tuhan yang telah dihukumkan untuk menanggung semua dosa kita. Oh… betapa indahnya hari itu, hari dimana kita akan bertemu dengan Tuhan, dan orang-orang seiman yang kita kasihi yang telah mendahului kita.

Tetapi Tuhan berkata dalam Lukas 18 ayat 8. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk 18:8 ITB). Ayat ini mengindikasikan bahwa yang terangkat pasti sangat sedikit, dan saking sedikinya sehingga Tuhan hampir tidak mendapatkan lagi iman di bumi. Patut sekali bagi setiap orang Kristen untuk bertanya, apakah saya sungguh di dalam iman yang benar?

 

  1. Apa yang perlu kita lakukan,supaya kita bisa diangkat pada saat Repture ?

Hari pengangkatan, merupakan salah satu hari yang selalu dinanti-nantikan oleh umat percaya di  seluruh dunia. Hari pengangkatan disebut juga sebagai hari Tuhan menjemput umat perjanjian baru di awan-awan (1 Tesalonika 4:17). Sebelum hari itu tiba, sebagai orang percaya Tuhan menghendaki kita melakukan banyak hal dan bukan hanya berdiam diri menunggu hari itu tiba. Dalam artikel ini, beberapa aktivitas penting yang harus kita lakukan sebelum hari pengangkatan itu

  1. Harus menghadiri pertemuan-pertemuan Jemaat

Ibrani 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Aktivitas penting dan terpenting bagi orang percaya sambil menantikan hari pengangkatan adalah ikut masuk dan menjadi bagian di dalam sebuah jemaat lokal. Jika anda berkata “saya orang percaya”, “saya sudah menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat saya secara pribadi” tetapi anda tidak berada di dalam jemaat lokal yang benar. Itu berarti anda berada di area yang sangat berbahaya.

Oleh sebab itu, carilah jemaat lokal yang benar sebagai tempat anda bertumbuh sambil menunggu hari tersebut.

  1. Harus mengadakan perjamuan Tuhan

1 Korintus 11:26 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Mengadakan perjamuan Tuhan secara rutin di dalam jemaat lokal merupakan perintah yang tidak boleh diabaikan. Perjamuan yang diadakan  bukan untuk menyucikan jemaat atau individu yang mengambil bagian dalam perjamuan itu. Perjamuan dilakukan untuk mengingat kematian Tuhan (menggambarkan Injil). Injil tetap diberitakan sampai kedatangan Tuhan, oleh karena itu jemaat-jemaat Tuhan terus-menerus mengadakan Perjamuan Tuhan.

  1. Harus mengasihi sesama orang beriman dan semua orang

1 Tesalonika 3:12-13 Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

Aplikasi mengasihi sesama orang percaya dalam konteks ini adalah saling membangun dan menguatkan di dalam iman. Sedangkan, mengasihi semua orang adalah bagaimana upaya kita menyatakan kebenaran kepada semua orang dan merindukan jiwa-jiwa diselamatkan.

  1.  Harus bersabar dan berteguh hati

Yakobus 5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

Kesabaran diperlukan untuk menantikan kedatangan Tuhan karena banyak pihak yang tidak percaya akan Tuhan datang kembali dan biasanya mereka mengolok-olok iman orang percaya. Perhatikan apa yang dikatakan rasul petrus dalam suratnya! Oleh sebab itu kita yang menanti-nantikan kedatangan Tuhan kita tetap berteguh hati terhadap iman kita yang semula.

  1. Harus dilepaskan dari keduniawian

1 Yohanes 3:2-3 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Titus 2:12-13 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,

1 Yohanes 2:28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

  1. Harus memberitakan Firman Tuhan

2 Timotius 4:1-2 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

  1. Harus memenangkan jiwa untuk Tuhan

Yudas 1: 21-23 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

  1. Harus berfokus ke arah Sorga

Kolose 3:1-4 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

  1. Kesimpulan

Rapture atau pengangkatan adalah proses yang dinantikan oleh segenap orang percaya. Kita berlomba-lomba agar memenuhi kualifikasi ‘standar’ Allah agar lolos seleksi dan berkenan menjadi mempelai Kristus kelak di pernikahan Anak Domba Allah. Salah satu standar yang harus dipenuhi oleh orang percaya adalah PANGGILAN. Orang percaya harus mengetahui apa panggilan Tuhan untuk hidupnya, mungkin sebagai seorang gembala, pengajar, rasul, nabi, penginjil atau karunia-karunia lainnya. Dan setelah mereka mengetahui penggilan mereka, mereka harus segera ‘berbuah’, melipatgandakan talenta tersebut agar dapat berkenan di hadapanNya. Bekerja melayani Tuhan menurut talenta dan panggilan masing-masing. Amin Maranatha – Datanglah Tuhan Yesus.

(Daniel 12:1-3)   “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.
Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.
Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya”.

Post a comment